Tottenham Hotspur resmi memecat Thomas Frank dari jabatan pelatih kepala setelah performa tim yang mengecewakan di Liga Premier 2025/2026. Keputusan ini diumumkan klub pada Rabu, sehari setelah Spurs kalah 2-1 dari Newcastle United di kandang sendiri. Kekalahan itu menambah tekanan terhadap Frank, yang selama delapan bulan menukangi tim, dan memperlihatkan tren negatif yang terus berlanjut.

Selama masa jabatannya, Frank hanya memenangkan dua dari 17 pertandingan liga terakhir, sementara rentetan tanpa kemenangan Spurs mencapai delapan laga beruntun, yang menjadi periode terburuk sejak Oktober 2008. Posisi Tottenham kini berada di peringkat ke-16, hanya unggul lima poin dari zona degradasi, menimbulkan kekhawatiran nyata akan ancaman degradasi.
Meskipun begitu, klub menegaskan bahwa pemecatan Frank bukan tanpa alasan. Dewan direksi menilai performa tim yang stagnan dan hasil mengecewakan di berbagai kompetisi, termasuk Liga Premier, Piala FA, dan Piala EFL, menjadi faktor utama. Pernyataan resmi klub menekankan terima kasih atas komitmen Frank, namun perubahan dianggap perlu demi keselamatan tim di klasemen.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Performa Buruk dan Tekanan di Stadion Tottenham Hotspur
Thomas Frank menghadapi tekanan besar sejak awal musim, di mana para penggemar sering meneriakkan namanya bersama mantan manajer Mauricio Pochettino saat tim kalah. Spurs hanya meraih dua kemenangan di kandang sepanjang musim, memperparah suasana negatif di Stadion Tottenham Hotspur.
Musim ini, Frank sempat mengantar Spurs ke babak 16 besar Liga Champions setelah finis keempat di fase grup, namun hasil di liga dan turnamen domestik membuat manajemen merasa tindakan tegas diperlukan. Kekalahan dari Newcastle menjadi puncak frustrasi bagi fans dan klub.
Sumber ESPN menyebutkan bahwa klub masih mempertimbangkan penunjukan pelatih sementara untuk mengisi kekosongan, sambil menilai opsi jangka panjang. Kepala eksekutif Vinai Venkatesham akan memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai keputusan ini.
Baca Juga: Manchester United Kehilangan Target Utama di Bursa Transfer
Faktor Lain di Balik Pemecatan

Sejumlah faktor eksternal turut memengaruhi keputusan pemecatan Frank. Spurs menghadapi banyak cedera pemain, ketegangan internal, dan kritik kapten Cristian Romero terhadap manajemen klub. Masalah ini membuat kondisi tim semakin kompleks, meski Frank bukan satu-satunya pihak yang harus disalahkan.
Musim lalu, di bawah asuhan Ange Postecoglou, Spurs finis di posisi ke-17 liga namun meraih trofi Liga Europa, menandai keberhasilan besar setelah 17 tahun puasa gelar. Frank sempat memulai musim ini dengan hasil yang cukup stabil, namun performa tim kemudian menurun drastis.
Pemecatan Thomas Frank menjadi langkah pertama di era pasca-Daniel Levy, yang mundur dari posisi penting di Spurs pada September lalu. Pemilik mayoritas klub, keluarga miliarder Joe Lewis, kini lebih terlibat dalam pengambilan keputusan. Sekaligus juga menegaskan pentingnya stabilitas dan hasil bagi masa depan Tottenham. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di football-shirts-voltage.com.
