Joan Laporta Mundur dari Kursi Presiden Barcelona, Siap Bertarung Lagi di Pemilihan Maret

Bagikan

Joan Laporta resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FC Barcelona. Langkah ini diambil menjelang pemilihan presiden klub yang akan digelar pada 15 Maret mendatang, di mana Laporta kembali mencalonkan diri untuk memimpin Blaugrana.

Joan-Laporta-Mundur-dari-Kursi-Presiden-Barcelona,-Siap-Bertarung-Lagi-di-Pemilihan-Maret

Keputusan tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Aturan internal klub memang mewajibkan presiden petahana untuk mundur sebelum pemilihan berlangsung, demi menjaga netralitas dan transparansi proses demokrasi di tubuh klub.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Dengan pengunduran diri Laporta, Barcelona kini memasuki masa transisi. Fokus klub tidak hanya tertuju pada agenda pemilihan, tetapi juga menjaga stabilitas operasional di tengah musim yang krusial, baik di dalam maupun di luar lapangan.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Komisi Manajemen Ambil Alih Kendali Klub

Selama masa kampanye berlangsung, kegiatan harian Barcelona akan diawasi oleh komisi manajemen sementara. Komisi ini dipimpin oleh Rafa Yuste, yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu wakil presiden di era kepemimpinan Laporta.

Peran komisi ini sangat penting untuk memastikan roda klub tetap berjalan normal. Mulai dari aktivitas tim utama, akademi, hingga urusan administratif dan finansial, semuanya harus dikelola secara profesional tanpa intervensi politik.

Keberadaan Rafa Yuste sebagai pemimpin sementara dinilai memberikan rasa aman. Ia dianggap memahami arah kebijakan klub dan mampu menjaga kesinambungan proyek yang telah dirancang selama kepemimpinan Laporta sebelumnya.

Baca Juga: Real Madrid Tawarkan Rp2,3 Triliun Demi Ryan Gravenberch

Persaingan Ketat di Bursa Pemilihan Presiden

Persaingan-Ketat-di-Bursa-Pemilihan-Presiden

Dalam pemilihan mendatang, Laporta tidak akan melenggang sendirian. Sejumlah kandidat telah menyatakan kesiapan untuk menantangnya, di antaranya Víctor Font, Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubi.

Namun, untuk bisa resmi masuk ke dalam surat suara, setiap kandidat diwajibkan mengumpulkan minimal 2.321 tanda tangan dari anggota klub. Tahap ini menjadi penyaringan awal yang cukup krusial sebelum kampanye berjalan penuh.

Laporta sendiri memiliki modal kuat dari sejarah kepemimpinannya. Ia pernah menjabat sebagai presiden pada periode 2003–2010 dan kembali terpilih pada 2021 dengan keunggulan suara yang cukup signifikan atas Victor Font.

Isu Besar yang Menentukan Arah Pilihan Anggota

Kampanye pemilihan presiden Barcelona diprediksi akan diwarnai sejumlah isu besar. Salah satunya adalah kondisi keuangan klub yang masih dalam tahap pemulihan setelah krisis panjang beberapa tahun terakhir.

Selain itu, proyek renovasi Spotify Camp Nou yang kini memasuki fase akhir juga menjadi sorotan. Keberhasilan menyelesaikan proyek ini akan sangat memengaruhi kepercayaan anggota klub terhadap visi kandidat.

Tak kalah penting adalah arah proyek olahraga Barcelona ke depan. Isu perekrutan pemain, stabilitas tim, serta kemungkinan peran Lionel Messi di masa depan diyakini akan menjadi faktor emosional yang kuat dalam menentukan pilihan para socios pada 15 Maret nanti. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di football-shirts-voltage.com.